Minggu, 04 Maret 2012

PENYESALAN KU

Pertama kali ku membuka mata, hanya sosok ibulah yang kulihat, disaat itu aku menangis, merengek, ketakutan, dan slalu ingin berada dalam pelukan hangatnya, hari demi hari ku lewati bersamanya tidak luput dari pelukannya, perhatiannya, kasih sayangnya, kepedulinya, terasa indah didalam hati.
Sentuhan jarinya yang begitu lembut dan harum nan wangi menyentuh pipi ku, seakan-akan betapa sungguh senangnya engkau akan kehadiran ku didalam hidupmu.
Hingga ku beranjak dewasa beliau masih tetap menyayangiku, memberikan sejuta keindahan dalam hidupku dengan senyuman manisnya.                
Sampai ku menduduki kursi bangku SD, tak salah beliau mendidik dan membesarkan ku sampai sekarang, ku banyak meraih segudang prestasi dan prestasi, terus ,terus dan terus, mereka pun bangga dengan ku.
Tetapi masa-masa kekhawatiran ku tlah tiba, setelah ku berusia 14 tahun, dan menduduki bangku SMP, hanya sebuah kebohongan yang kulakukan kepada mereka, kedua orang tua ku, itu membuat ku merasa sangat dan sangat bersalah, ku curi uang mereka, ku meminta sesuatu yang tidak mungkin mereka bisa berikan padaku, ku maki-maki dan hingga akhirnya ku menanam kebencian kepada mereka, karna begitu sayangnya mereka padaku, mereka hanya bisa tersenyum sambil menitihkan air mata kepedihan mereka dihadapan ku, dan bodohnya lagi aku saat itu, meninggalkan mereka dengan penuh rasa bimbang, tak menghiraukan apa yang mereka ucap dan apa yang mereka rasakan saat itu, dan seterusnya tetap seperti itu.
Aku pun semakin menjadi-jadi pada saat aku duduk dibangku SMA, pergaulan bebas dimana-mana, saat itu mereka sudah menuruti apa yang aku inginkan, lalu mereka hanya minta satu padaku agar menurut saja dengan mereka, pada saat itu aku berjanji, tapi dalam pikiran ku pun terus dihantui dengan rasa kebencian, kebohongan, kejahatan, dan keburukan, sampai akhirnya ku minum-minuman keras, merokok, ganja dll, siang hari ibu ku pulang dan beliau terkejut melihat aku mabuk-mabukan dikamar dengan teman-teman ku, dia menangis merengek dihadapan ku, karna tak sadarnya aku saat itu, beliau mengusir teman-teman ku dari rumah, dan menyuruhnya agar tidak datang kembali kerumahku, saat aku sadar aku hanya bisa diam dan merenung, mendengarkan kedua orang tua ku menuturi ku, hanya ku anggap angin berlalu dan masih belum tampak juga dimana perasaan ku ini, aku meminta maaf kepada mereka tetapi dalam hati ku mengucap (Aku Tak Peduli Dengan Kalian).
Sampai akhirnya, dimalam sabtu bersama teman-temanku aku mengadakan party/acara disuatu tempat, aku pun mengulangi perbuatan hina ini lagi yaitu, mabuk, dan ganja.           
Sampai waktu tengah malam orang tua ku bingung mencariku, kesana kemari, lalu mereka pun pulang dan hanya pasrah kepada allah, mereka terus berdoa kepada allah, meminta permohonan agar aku selamat.
Selesai acara aku pulang jm3 subuh, mereka menyambut ku dengan senyuman dan penuh rasa senang, tetapi aku tak membalas kebaikan mereka, aku mabuk dan tak terkendali, perabotan rumah ku pecahi semua, seakan-akan hanya ada aku sendiri yang merasa sakit hati, ayah ku kehilangan kesabaran beliau memukul ku dengan kerasnya tetapi hanya 1 kali beliau memukul, lalu beliau menangisi aku, seakan-akan beliau tak percaya jika aku adalah anak yang durhaka, lalu beliau mengusirku dari rumah, aku pun pergi, tetapi dihadapan ku berdirilah seorang ibu ku yang tak kuasa melihat semua peristiwa ini, beliau langsung memeluk ku dengan erat, dan menangis tersendak-sendak, selang beberapa waktu, aku pun melerai pelukan dari beliau, lalu dengan penuh penyesalan aku memaki sambil memukuli diriku sendiri, tetapi saat itu ayah menahan ku lalu memeluk ku, dan berkata sambil menangis (walaupun kau seperti ini kau tetaplah anak ku yang paling aku sayang, doa kami menyertaimu nak)
Setelah kejadian itu aku meminta maaf kepada mereka, dan memulainya dengan kehidupan yang baru, dan kulukiskan didalam hati ku dengan penuh lukisan yang indah. (TERIMA KASIH IBU dan AYAH DOAKU SELALU MENYERTAIMU).
Aku sungguh menyesal sudah membuat kedua orang tua ku menangis dan sedih dihadapan ku, tak hanya 1 kali tapi berkali-kali, walaupun begitu mereka terus membalas ku dengan senyuman dan kasih sayang yang tulus, kepadaku, beruntung aku memiliki mereka, dan selamanya aku akan selalu berbakti kepada mereka.
Terima kasih ya allah engkau telah menganugerahkan ku sesosok orang tua yang beriman dan baik kepada ku ya allah, aku akan selalu berada disisinya hingga akhir hidup menjemputku. AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setiap orang memiliki keinginan dan aspirasi, setiap orang memiliki berbagai cara untuk mewujudkannya, www.pramz-de.blogspot.com sini Anda dapat berbagi cerita, masalah sehari-hari atau visi, misi, Tuangkan semua risalah hati Anda sini, pendengar setia kami.